Mencegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV Bikin Menopause Dini?

Mencegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Ada yang mengatakan bahwa vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks justru memicu menopause dini. Lantas, bagaimana faktanya?

Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV merupakan penyakit mematikan yang banyak sekali menyerang kaum hawa di Indonesia. Dengan ditemukannya virus HPV pada tahun 2006 silam, seharusnya itu bisa menjadi solusi atas hal ini.

Para peneliti yakin bahwa vaksin HPV dapat memberikan perlindungan hampir 100 persen terhadap kanker serviks. Sayangnya, pencegahan yang satu ini tercoreng oleh isu tak sedap. Bahkan, konon vaksin HPV dapat menimbulkan menopause dini!

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, isu tersebut berasal dari jurnal yang ditulis oleh dr. Deirdre Little, seorang dokter anak dari Australia. Jurnal itu menyatakan, terdapat kemungkinan bahwa vaksin HPV menyebabkan menopause dini pada remaja perempuan.

Menopause dini atau disebut juga premature ovarian failure adalah istilah di mana indung telur (ovarium) seorang wanita berhenti bekerja sebelum berusia 40 tahun. Ini membuat wanita menopause sebelum waktunya.

Walaupun ada pihak yang mendukung pernyataan dr. Little, tidak sedikit pula yang membantahnya. Sebut saja Global Advisory Committee on Vaccine Safety di WHO dan CDC. Badan kesehatan krusial itu menepis kabar yang beredar itu. Menurut mereka, vaksin HPV aman dan tidak menimbulkan menopause dini sehingga pemberian vaksinasi tersebut masih terus dijalankan.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) beserta ahli vaksin sependapat dengan kedua badan kesehatan di atas.

Menurut Kemenkes, rumor itu tidak benar sehingga masyarakat, khususnya remaja wanita tidak perlu khawatir. Lagi pula, sejak vaksin HPV diluncurkan, lebih dari 200 juta wanita telah mendapatkan vaksin tersebut.

Sedangkan kasus menopause dini hanya terjadi sebanyak sepuluh kasus! Jika benar vaksin HPV-lah penyebabnya, seharusnya angka kejadian menopause dini jauh lebih banyak daripada sepuluh kasus, bukan?

Dengan demikian, jangan langsung percaya jika ada orang yang mengatakan bahwa vaksin HPV menimbulkan menopause dini. Kasus menopause dini bisa aja ditimbulkan oleh faktor lain dan vaksin HPV hanya menjadi kambing hitamnya saja. Tetaplah dukung program pemerintah dalam mencegah kanker serviks dengan vaksin HPV sehingga kualitas kehidupan dan serta kesehatan wanita Indonesia bisa meningkat.

1. Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik agar orang lain tahu sebijak apa karakter anda melalui kata kata.
2. Silahkan tulis komentar anda untuk hal apapun yang masih berhubungan dengan post pada halaman ini.
3. Mohon untuk tidak menyertakan Link Aktif pada kolom komentar.
4. Mohon maaf apabila tidak sempat membalas komentar 1 per 1.

Emoticon