Abah Ade, Kakek Penjual Lap yang Tidak Pernah Mengeluh

Di media sosial, seringkali kita melihat unggahan salah satu keluarga yang sedang berlibur. Di dalam foto tergambar kebahagiaan seorang kakek yang sedang menggendong cucunya, lengkap dengan sosok anggota keluarga lain yang juga menunjukan ekspresi bahagia. Lantas foto tersebut mendapatkan banyak ‘like’ dari pengguna akun media sosial.

Beruntung, Abah Ade tidak bisa melihat unggahan tersebut. Selain karena ia tidak memiliki akun media sosial, ia juga tidak mampu mengoperasikan ponsel yang saat ini didesain secanggih mungkin. Alih-alih liburan bersama keluarga, Abah Ade justru masih harus menghidupi keluarganya setiap hari. Jika tidak, bagaimana nasib perut orang-orang yang ada di rumahnya?

Sosok Abah Ade


Abah Ade

Abah Ade, dengan tangannya yang tidak sekuat saat ia masih muda, berjualan kain lap pel di sekitar Cicalengka, Bandung. Sampai detik ini, ia masih merasa bertanggung jawab sebagai kepala keluarga untuk tetap menafkahi keluarganya. Karena usianya yang sudah tidak muda lagi, ia hanya bisa berjualan kain pel dan jenis kain-kain lainnya untuk kebutuhan dapur.

Setiap hari ia menjajakan dagangannya dengan beralaskan tikar atau tidak sama sekali. Selama berjam-jam, ia menunggu pejalan kaki yang lewat untuk bisa menawarkan dagangannya. Jam demi jam terlewati. Bahkan, ia sempat tidak sadar bahwa topi yang ia kenakan sudah tidak mampu lagi menahan panas yang membuat kepalanya menjadi bau matahari.

Abah saat ini tinggal bersama keluarganya di Kp. Cantilan RT. 02/RW. 06 Desa Cihanyir Kec. Cikancung Cicalengka, Bandung. Lokasi tempat tinggalnya terbilang cukup ekstrim, sehingga cukup berbahaya bagi Abah Ade yang sudah terlalu tua untuk bekerja. Namun, ia tidak peduli. Bagaimanapun kondisinya, ia tetap harus mendapatkan pundi-pundi rupiah agar tetap bisa bertahan hidup.

Kakek berusia 92 tahun tersebut berjualan tidak setiap hari. Kondisinya yang mulai melemah membuat ia terus sakit-sakitan, sehingga mau tak mau harus berdiam diri di rumah. Namun, ia tentu tidak akan mendapatkan pemasukan. Kondisi seperti ini tentu saja sangat memprihatinkan, apalagi jika Abah Ade merupakan satu-satunya sumber penghasilan.

Kebaikan untuk Abah Ade

Di usianya yang senja, ia tidak menyerah dengan keadaan yang memaksanya untuk bekerja keras. Dengan kewajiban yang tetap Abah Ade lakoni, ia sudah berbuat sangat baik untuk keluarganya. Untuk itu, sosok Abah Ade tentu bisa menginspirasi kita semua untuk senantiasa berbuat kebaikan tanpa mengeluh. Untuk itu, yuk #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Cara yang bisa kita lakukan cukup mudah, yaitu dengan menjadi salah satu peserta produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus.

Dengan layanan AlliSya Protection Plus, ada beberapa kebaikan yang bisa kita berikan, salah satunya berupa perlindungan jiwa yang maksimal, ringan, adil, dan fleksibel untuk orang-orang tercinta. Kita tidak perlu khawatir dengan kondisi jiwa maupun kesehatan di masa depan yang tentu tidak bisa diprediksi.

Selain itu, kita juga bisa menebarkan kebaikan lebih banyak melalui  Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Untuk membantu orang-orang membutuhkan, Anda bisa menggunakan fitur wakaf pada asuransi tersebut, sehingga akan ada banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Kita bisa melakukan kebaikan kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk menebarkan kebaikan mulai dari sekarang. Kebaikan yang kita lakukan tentu saja akan sangat membantu orang-orang seperti Abah Ade untuk mendapatkan kebaikan lainnya. Tebar manfaat sebanyak-banyaknya, dan bantu Abah Ade untuk mendapatkan paket umroh gratis dari Allianz!

1. Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik agar orang lain tahu sebijak apa karakter anda melalui kata kata.
2. Silahkan tulis komentar anda untuk hal apapun yang masih berhubungan dengan post pada halaman ini.
3. Mohon untuk tidak menyertakan Link Aktif pada kolom komentar.
4. Mohon maaf apabila tidak sempat membalas komentar 1 per 1.

Emoticon